Kamis, 24 Maret 2016

TARIAN ADAT LEMBAH GRIME

Seni tari merupakan sebuah seni yang mengekspresikan bagaimana nilau batin dengan gerakan-gerakan yang penuh makna. Gerakan ini dibuat lewat perpaduan antara gerakan dan juga mimik yang khas. Selain dari pada itu musik pengiring juga merupakan sebuah hal yang akan mendukunng keindahan visual yang nantinya ditampilkan lewat seni tari ini.
bermacam-macam jenis tarian yang ada merupakan kekayaan seni yang tidak terbatas, ada beberapa jenis tarian: Tarian tradisional, tarian tradisional klasik, dan tarian tradisional kerakyatan.
Tarian khas Papua tidaklah sedikit, melainkan banyak. Beberapa tarian dari Papua yang terkenal adalah, Tari Sajojo, Tari Seka, Tari Gale-gale, Tari Selamat Datang, Tari Pacul, Tari Balada, hingga tari Cenderawasih.
Seperti halnya di daerah lain, bahwa di daerah Genyem, Kab. Jayapura terdapat tarian yang sangat menarik. Tarian ini dibakan sebagai tanda mengucapkan selamat datang kepada tamu mereka yang sangat mereka hormati, seperti Pejabat Pemerintah, Gereja, Adat, dan lain-lain. Tarian ini berasal dari beberapa kecamatan di lembah Grime-Genyem-Jayapura-Papua, diantaranya di:
  1. Distrik Kemtuk Gresi
  2. Distrik Kemtuk
  3. Distrik Nambrong
  4. Distrik Nimburan
  5. Distrik Nembukran
  6. Gresi selatan
Wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan ibu Ripka Trapen bahwa (23/03/2016). Ibu yang karib dipanggil ibu Ripka ini mengatakan bahwa "Tarian ini merupakan tarian tradisional yang di wariskan secara turun temurun dan mengandung filosofi yang dalam, serta memiliki pesan simbolis, dan juga sekaligus religius. Mulai Kata-kata komando yang diteriakpun tidak sembarangan, dan  pakaian yang digunakan berasal dari kulit pohon yang di gambar motifnya dan daun kelapa/sagu (Pria) dan daun kelapa/sagu (Wanita), dan mahkotanya dari Bulu Burung Kasuari (Pria) dan wanita Buluh Burung Beo Nias yang di Tusuk di rambut mereka. Bahasa yang digunaka dalam tari paling sering adalah bahasa Kemtuk Gresi". (Gide Adii)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar