 |
| Gambar. Konsep belajar. |
Hal yang paling sering terjadi adalah, dimana seseorang tidak belajar
karena rasa malas pegang buku, karena konon, buku dapat membuat
seseorang cepat mengantuk, oleh sebab itu maka seseorang mengambil
kesempatan untuk melihat buku bukan untuk membacanya melainkan untuk
menbapatkan rasa mengantuk. Alasan ini dikarenakan rasa malas yang di
pupuk hingga membuat seseorang untuk jadi malas belajar. Berikut adalah
beberapa tips untuk menanamkan semangat belajar:
1. “5 Menit Lagi”
Saat kamu lagi jenuh belajar atau mengerjakan tugas, lalu kamu mau
udahan, coba “paksakan” diri untuk bekerja lima menit lagi saja.
Kalau hanya lima menit, biasanya kamu masih mau “bertahan” di meja
belajar. Lima menit lumayan. Kamu masih bisa baca 2-3 halaman buku
pelajaran. Syukur-syukur kalau kamu belajar atau mengerjakan tugas
sampai satu jam! pasti kamu akan lebih bisa.
2. Gunakan badan kamu untuk “mendorong” otak kamu.
Kalau kamu merasa lemas saat lagi belajar atau mengerjakan tugas, ayo
dilawan dengan badan! Coba duduk tegak, senyum, tertawa (asal jangan
keras-keras, ya, kalau lagi di tempat umum. Nanti mereka pikir gila!),
atau jalan-jalan keliling ruangan sebentar. Pokoknya, bergerak. Mengubah
fisiologi kamu bisa ikut mengubah otak kamu, sehingga otak kamu kembali
fokus.
3. Cari situasi dimana “mesin” kamu bisa “panas”
Kamu pernah atau tidak, merasa lagi “in the zone” saat lagi belajar
atau bekerja? Maksudnya, kamu merasa lagi fokus, semangat, produktif,
bahkan sampai jari kamu bisa mengetik dengan cepat.
Situasi ideal ini
biasanya terjadi kalau kamu sedang belajar atau mengerjakan tugas yang
pas sekali dengan kemampuan kamu. Jadi, materi belajar atau tugasnya
tidak terlalu gampang atau terlalu susah, sehingga enak untuk digarap.
Nah, kalau “mesin” kamu lagi “panas” begini, jangan lalu menghindari
tugas yang susah, ya. Justru manfaatkan “mesin” kamu yang lagi “panas”
untuk menyelesaikan tugas yang susah.
4. Rencanakan harimu sejak malam sebelumnya
Selalu rencanakan harimu sejak malam sebelumnya. Misalnya, dengan
menyiapkan tas dan barang-barang yang harus dibawa, serta membuat to-do
list untuk hari itu. Persiapan yang matang bakal bikin kamu lebih siap
dan produktif menghadapi hari.
5. Siapkan peralatan pendukung yang tepat
Kalau alat-alat “pendukung” belajar kamu tidak oke, kamu pasti jadi
kesel dan malas. Misalnya, koneksi internet yang lambat, atau bolpen
yang ngadat melulu. Kalau begitu, bukannya belajar atau mengerjakan
tugas, kamu pasti malah jadi tidur-tiduran.
Siapkan peralatan pendukung kerja yang bakal membuat hidup kamu lebih mudah, bukannya malah bikin kamu pusing!
6. Motivasi diri kamu dengan kutipan inspiratif
Kutipan inspiratif memang kadang cheesy dan basi, tapi tetap bisa jadi
dorongan afirmatif, kok. Kumpulkan, deh, berbagai kutipan yang bisa
memotivasi kamu, lalu pasang sebagai wallpaper hape atau komputer.
7. Dengarkan musik
Mendengarkan musik favorit saat lagi belajar bisa memblok distraksi,
mengangkat semangat, dan membuat mood kamu jadi bagus. Akibatnya, rasa
malas dan ingin menunda jadi terhalau, sudah.
8. Jangan selalu jadi perfeksionis
Kalau kamu selalu perfeksionis dan mengejar kesempurnaan, dijamin, kamu
malah bakal malas dan jadi menunda pekerjaan. Misalnya, kamu mau bikin
makalah yang salah satu narasumbernya adalah gubernur. Waduh, kejar
gubernur ‘kan susah, sob! Mikirinnya aja udah malas.
Lebih mudah kalau kamu membuat makalah dengan narasumber yang lebih
mudah dihubungi, tapi tetap dengan hasil yang maksimal, tentunya. Punya
target tinggi boleh, tapi jangan selalu mengejar kesempurnaan, karena
kesempurnaan cuma milik Tuhan, kawan, hehe.
9. Selalu ingat, apa tujuan kamu.
Tujuan kamu capek-capek belajar dan mengerjakan tugas apa, sih? Supaya
nanti bisa bekerja di perusahaan impian? Untuk membahagiakan ortu?
Supaya cepat lulus kuliah, dan bisa cepat nikah sama si dia ?
Ingat-ingat tujuan utama kamu tersebut, lalu pasang wallpaper yang
berkaitan di desktop kamu. Misalnya, logo perusahaan idaman kamu, foto
pacar kamu yang di Photoshop ke gambar pelaminan (hihihi), atau apapun
yang jadi cita-cita kamu. Niscaya, semangat belajar kamu tumbuh lagi.
10. Coba berbagi dan bantu orang lain. Kalau kamu punya talenta atau kelebihan, coba bagikan, deh.
Misalnya, kamu jago Matematika, maka ajari teman atau adik kamu yang perlu bantuan dalam mata pelajaran tersebut.
Saat kamu lihat mereka bahagia karena akhirnya paham soal yang susah,
percaya, deh, kamu akan ikut senang, bangga, lalu termotivasi untuk
terus memperdalam ilmu Matematika kamu.
11. Kalau mentok banget, jangan paksakan diri
Ada kalanya kamu merasa demotivasi yang nggak ada obatnya. Kalau kamu
sedang merasa begitu, jangan dipaksakan, sobat. Coba tidur sejenak,
jalan-jalan sebentar, atau ngemil snacks favorit. Intinya, recharge
sebentar, lah!
12. Renungi lagi cara belajarmu Kadang-kadang, penyebab malas belajar bukan karena nggak ada motivasi, tetapi karena metode belajar kamu salah.
Kalau kamu selalu malas mengerjakan tugas tertentu, atau selalu stuck
di titik yang sama saat mempelajari pelajaran tertentu, tanyakan ke diri
kamu sendiri—cara belajar kamu sudah benar / cocok belum, sih, dengan
kepribadian kamu atau dengan pelajaran yang bersangkutan? Jangan-jangan
salah!
13. Bayangkan dirimu sendiri meraih sukses
Coba bayangkan di kepala kamu, momen “glory” di saat nilai ujianmu
bagus banget, atau ketika tugas kamu sampai menuai pujian guru. Hal
tersebut bakal meningkatkan dopamine, sebuah zat otak yang berhubungan
erat dengan motivasi.
14. Cari video motivasi
Di Youtube, ada banyak sekali video yang bisa memotivasi kamu, mulai
dari video TedX yang panjang, sampai video berbagai nasihat atau contoh
kasus inspiratif yang lebih singkat. Tonton, deh, di saat kamu lagi
down.
15. Hargai hal-hal yang sudah berhasil kamu lakukan
Meski kamu misalnya lagi demotivasi dan merasa kewalahan akibat
segudang tugas dan kewajiban belajar, jangan selalu mengritik dirimu
sendiri, sobat. Pujih juga dirimu sendiri, karena sudah berhasil
menyelesaikan hal-hal yang sudah berhasil kamu raih.
Misalnya, puji dirimu sendiri karena berhasil lolos mata kuliah X yang
terkenal susah, karena tugas makalah kamu minggu lalu dapat nilai bagus,
atau sesederhana karena berhasil olahraga lebih rutin sebulan terakhir
ini.
Kalau kamu cuma fokus kepada kelemahan
kamu—misalnya, kepada berbagai tugas yang belum kamu kerjakan—kamu bakal
merasa overwhelmed. Tetapi dengan melihat seberapa jauh langkah kamu,
kamu bisa terhindar dari perasaan down dan (semakin) demotivasi.
Editor : Gideon M. Adii