Minggu, 17 Juli 2016
Tantangan Indonesia Di Pasifik Tetap Berat
Gate Wiyai. (17/07/2016). Jakarta, KOMPAS-Edisi hari Sabtu, 16-07-16. Tantangan diplomasih Indonesia untuk menahan laju dukungan terhadap Gerakan Pembebasan Papua Barat Bersatu (ULMWP) masih Cukup berat. Meskipun dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Honiara, Kepulauan Salomon, Kamis lalu, para Pemimpin kelompok negara-negara Melanesya (MSG) memutuskan menunda aplikasi keanggotaan ULMWP, Potensi gerakan itu untuk diterimah tetap terbuka.
Ketika dihubungi dari Jakarta, Hari Jumaat (15/07), Sekjen ULMWP Mr. Octovianus Mote mengatakan, "Sangat terbuka peluang ULMWP akan diterimah menjadi anggota penuh setelah perumusan kembali definisi keanggotaan dalam kelompok tersebut". Menurut dia " Vanuatu, Kepulauan Salomon, dan Front Pembebasan Nasional Kanak di Kaledonia Baru (FLNKS) mendukung penuh ULMWP".
Menurut Harian Salomon Star, beberapa hal yang akan dirumuskan ulang adalah, Prosedur aplikasi, kriteria keanggotaan, dan pedoman keanggotaan baru untuk keanggotaan penuh dalam MSG yang akan dikembangkan lebih lanjut oleh Sub-Komite Hukum dan Isu kelembagaan (SCLII) berbasis pada prinsip-prinsip dasar, aspirasi Politik, dan Prinsip-prinsip hukum Internasional. Selain itu, Keberadaan FLNKS dalam MSG menjadi Preseden untuk ULMWP.
"Kami optimistis, apalagi dukungan sejumlah Negara dan komunitas di Pasifik selatan mungkin kuat". Kata Mote. Meskipun saat ini Fiji dan Papua Niugini cenderung, mendukung Indonesia, Mote Yakin dukungan kedua negara pada ULMWP dapat berpengaruh terhadap posisi mereka. Ketika KTT MSG di gelar di Honiara, surat kabar Fiji Sun Mengaberkan, Pemimpin oposisi Fiji, Ro Teimumu Kepa, Turut dalam unjuk rasa mendukung ULMWP, ia turut membentangkan Bendera Papua alias Bintang Kejora.
"Pada tahun 2017, mereka akan menggelar pemilihan umum, Rakyat kedua Negara sangat mendukung ULMWP" ujar Mote Yakin.
Namun, pemerintah Indonesia nampaknya tidak akan tinggal diam, setelah berhasil meyakinkan pemimpin MSG untuk tidak mererima aplikasih keanggotaan ULMWP, Indonesia terus membuka peluang untuk Membangun kerja sama Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Politik di Negara-negara di Pasifik selatan.
Indonesia, melalui Dir.Jen.Asia Pasifik di Afrika Desrah Percaya, mengundang negara anggota MSG untuk hadir dalam Forum demokrasi di Bali (BDF) pada awal Desember. Selain itu, Indonesia juga mempertimbangkan untuk menjadi anggota penuh MSG. (Gide Adii)...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar