Senin, 12 Desember 2016

Kuil Apollo di Korinthos





Gate Wiyai. Jakarta,13/12/16. Selama Perang Yunani-Persia, Korinthos kurang lebih mengikuti Sparta, begitu juga dalam Perang Peloponnesos, ketika Korinthos membantu Sparta dan mengirimkan banyak tentara dan uang untuk melawan Athena. Seusai Perang Peloponnesos, pada tahun 300-an SM, Korinthos terlibat dalam beberapa perang kecil. Setelah Sparta mengalami kemunduran, Korinthos mendirikan perkumpulannya sendiri, yang disebut Liga Korinthos. Akan tetapi, sekitar tahun 338 SM, Korinthos ditaklukan oleh raja Philippos dari Makedonia, yang ketika itu juga menaklukan banyak kota Yunani lainnya.
Gambar. Kuil Apollo


Menelusuri jalan sejarah Yunani Kuno ke pusat bumi, karena Anda mencari jalan ke Kuil Apollo. Kuil ini besaran besar ditemukan dalam Italia, Turki dan Yunani, namun hal ini di The Kuil Apollo di Yunani yang Anda merasa seolah-olah Anda sedang mengunjungi pada hari Apollo dikalahkan Pythos di Yunani Kuno.
Di Yunani, Candi Apollo ditemukan di Korintus, Bassae, Patroos, dan Delphi. Setiap candi yang populer di kanan mereka sendiri, tapi The Kuil Apollo di Delphi adalah tempat sejarah epik dimulai. Seperti ceritanya, Apollo adalah salah satu dewa yang paling penting dari Yunani Kuno. Ketika ia berangkat untuk menemukan jalan di dunia, Apollo tersandung pada Delphi dan percaya itu menjadi tempat yang paling sempurna. Dia mendirikan kuil, dan kultus-nya dimulai. Namun, candi ini sudah ditempati oleh Pythos, Allah ular yang Apollo mengambil dan dikalahkan. Setelah semua tahun-tahun perang dan kehancuran, The Kuil Apollo di Delphi masih berdiri tegak.


Gambar. Dewa Apollo
Kuil Apollo yang ditemukan di lereng selatan Gunung Parnassus, terletak di bawah The Phaedriades (yang Ones Bright). Kembar tebing Gunung Parnassus cahaya merah berseri-seri ketika mereka menangkap matahari terbenam ke langit malam. kunjungan harian dapat dicari dari Athena, karena kota ini terletak 180 km. Ketika sampai ke Kuil Apollo, berjalan sepanjang Jalan Suci dan merasa menyapu waktu dan hidup jauh dari memori saat Anda menjadi terpesona dengan keindahan struktur dan patung di sepanjang jalan. Setelah Makedonia menaklukan Korinthos pada tahun 338 SM, Korinthos tak lagi menjadi sekuat sebelumnya, namun kota ini tetap menjadi pelabuhan penting pada periode Hellenistik.
Sekitar tahun 800 SM, orang Korinthos mulai membuat barang-barang untuk dijual kepada para pedagang yang sering berlabuh di pelabuhan mereka. Mereka membuat minyak wangi, serta pot kecil sebagai wadahnya. Untuk beberapa waktu, pot buatan Korinthos menjadi terkenal, dan orang Korinthos menjadi kaya dari perdagangan itu.
Pada tahun 800-an dan 700-an SM, Korinthos menjadi sangat kaya dari perdagangan minyak wangi dalam pot kecil mewah, serta dari perdagangan guci. Namun pada akhir tahun 700-an SM, orang Athena mulai ikut membuat tembikar mewah juga, sehingga terjadi persaingan antara dua kota ini. Pada akhirnya, sekitar tahun 550 SM, orang Athena bisa dibilang telah mengambil alih keunggulan atas pasar tembikar, dan Korinthos berhenti menghentikan penjualan tembikar mereka.
Gambar.Tembikar Athena


Namun Korinthos tetap menjadi pelabuhan penting, sehingga kota ini tetap kaya. Beberapa bukti terawal mengenai tiran dan hoplites berasal dari kota ini, sekitar tahun 650 SM. Korinthos tidak pernah benar-benar mengembangkan pemerintahan yang sepenuhnya demokratis, namun pada tahun 400-an SM, ada semacam dewa konstitusi yang mengelola segala sesuatu


Setelah Romawi menaklukan Yunani pada tahun 100-an SM, mereka membumihanguskan kota Korinthos sepenuhnya pada tahun 146 SM.
Seratus tahun setelah penghancuran itu, yaitu pada tahun 44 SM, Julius Caesar membangun kembali Korinthos seabgai kota Romawi. Pemerintah Romawi membangun banyak bangunan baru di Korinthos dengan gaya Romawi. Pendakwah Kristen awal, yakni Santo Paulus, mengunjungi Korinthos sekitar tahun 50 SM, dan memberikan serangkaian khotbah di sana untuk membuat orang Korinthos memeluk agama Kristen.

Gambar. Tembikar Korinthos
Korinthos masih tetap ada pada masa Kekaisaran Bizantium, meskipun sempat diguncang gempa hebat pada tahun 521 M dan mengalami kerusakan berat. Pada tahun 1400-an Korinthos dikuasai oleh Kesultanan Utsmaniyah, dan sejak itu tak lagi menjadi kota yang penting. (Gide Adii)...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar